Postingan

Orang-orang yang Pernah Hadir

Waktu pertama kali liat list tema minggu ini adalah Kisah Kasih di Sekolah, aku refleks tertawa. Mengingat kumpulan anak manusia yang  dulu pernah disukai sedemikian rupa dan betapa aku pernah sangat dangkalnya memandang urusan rasa (halah bacot). Jadi ya, tulisan ini akan mengingat kembali perjalanan kisah cintaqu yang super alay ( dan mintak diterajang ) sejak sekolah hingga berakhir masa sekolah. Sekalian merefleksi apa-apa yang sudah terjadi dan apakah ada pelajaran yang bisa diperoleh. Aku adalah orang yang tidak beruntung urusan perasaan. Kalau naksir orang, ga pernah ditaksir balik. Eh tapi kalau ada yang naksir, akunya ga suka. Jadinya kisah cinta itu ga pernah kesampaian. Patah atau dipatahkan. Kecewa atau dikecewakan. Maka keseluruhan cerita ini bisa ditebak, kasih tak sampai. Mari kita mulai dengan pertama, orang pertama yang tidak beruntung itu adalah kakak kelas di masa SMP. Satu tingkat diatasku, tapi dua tahun lebih tua. Badannya tinggi, wajahnya bening, dan cukup go...

Pesan Tidak Sampai

Kepada orang yang tidak akan membaca pesan ini Aku kirimkan ribuan sapaan yang tertahan Lewat pikiran tanpa perasaan Karena frekuensi pikiran kita bisa jadi tetap sama tapi frekuensi rasa sudah jelas berbeda Apa kabar? Sungguh sebuah basa basi yang amat basi Tanpa bertanya, aku pun sudah tau. Bahwa kau sekuat karang Aku sudah lama tau Bahwa tidak akan ada yang mampu menghentikan langkahmu Aku juga tau Tapi berhentilah sejenak jika lelah Duduk Biarkan langit memelukmu Biarkan matahari sore itu menyapa wajahmu Biarkan angin semilir memainkan ujung jaketmu Dan biarlah air mata itu jatuh Perjalanan ini masih panjang Dan kau sedang berjalan sendirian Menempuh jalan yang entah dimana akhirnya Berkejaran dengan waktu Berlomba dengan takdir Akankah sampai katamu? Sampai Tentu saja kau akan sampai Tapi ada jawaban lain selain bergegas Kesabaran Tertanda Teman Bicara

Just Babling (4) : Berisik

 Udah lama ga nulis. Udah lama ga bercerita dengan baik ke diri sendiri. Waktu rasanya mengejarku dengan sangat cepat. Tidak menyisakan satu detik pun untuk menghela nafas, apalagi duduk diam sambil bercengkerama dengan diri sendiri. Akhir-akhir ini kepalaku cukup ramai. Ada banyak kekhawatiran. Manusia ya begitu. Ga cuma tempat banyak salah dan dosa tapi juga makhluk yang suka mengkhawatirkan banyak hal. Pikirannya menakutinya sendiri. Overthinking. Padahal kemana lagi dia menepi kalau bukan ke dirinya sendiri? Kegagalan beruntun yang kualami akhir-akhir ini juga cukup menyentak. Kecil sih. Tapi karena banyak, jadinya cukup bikin perih juga. Ibarat jatuh dari sepeda, sekali dua kali mah masih gapapa. Lah kalau sepuluh kali?. Pedih dan kadang memaksa kita untuk berhenti dan beristirahat. Menepikan sepeda sebentar sambil meneguk segelas air. Benarlah, kita memang ga bisa gapapa pada segala hal yang kita katakan "gapapa". Luka memang perlu diakui. Sekecil apapun itu. Aku juga m...

Tadi, Aku Ingat.

Gambar
  “Satu alasan kenapa kau ku rekam dalam memori, satu cerita teringat di dalam hati, karena kau berharga dalam hidupku teman, untuuk satu pijakan menuju masa depan” Bondan and Fade 2 Black – Kita Selamanya Tadinya aku ingin menulis banyak tentang kisah perjalanan kita di Surabaya. Tadinya ingin kuceritakan pesawat kita yang delay berjam-jam tapi malah jadi rejeki. Sandi Uno muncul di Bandara hingga membuat kerumunan besar. Dwik yang berlari antusias dan betapa senangnya dia saat berhasil foto bersama. Kenangan itu tak hanya direkam ingatan, tapi juga instagram. Tadinya ingin kuceritakan kerennya Tim Olimpiade yang berhasil menembus 10 besar nasional setelah mengalahkan ratusan tim. Hingga membuat kita duduk melingkar halaman masjid sambil lesehan. Mengurungkan niat latihan dan membantu mereka membedah kasus. Tadinya juga ingin kuceritakan kisah kaburnya kita dari panitia. Maya dan Dwik yang sampai lewat pintu belakang, atau aku dan Reski yang makan didekat tangga. Atau kisah Aziz...

Ibu dan Kue Lebaran

Tiap kali menjelang hari raya, yang sering heboh tu yah Ibu. Pasti jauh jauh hari udah nanya. Mau bikin apa lebaran ini, Yuk?. Saya tau, itu bukan pertanyaan yang butuh jawaban. Perempuan tuh selalu begitu yah gengs ~ Nanya bukan karena ga tau, tapi sekedar butuh konfirmasi aja. Pun sama juga dengan kalimatnya yang selalu bilang "Kita sederhana aja ya lebaran ini, masak dikit dikit aja". Tapi ujung-ujungnya sama aja. Masaknya buanyak. Udah bikin tekwan. Masih mau juga bikin sop ayam. Kadang juga bikin pempek. Udah bikin opor juga, masih ditambah bikin yang lajn. Dan jangan lupakan kue kue khas palembang yang rasanya manis luar biasa. Maksuba dan delapan jam adalah keharusan. Masaknya lama banget karena masih pake cara tradisional. Maksuba dimasak bukan pake oven. Tapi pake tutup dari tanah liat yang dipanaskan diatas kompor. Lalu setelah panas, diletakkan diatas cetakan maksuba. Biar mateng. Kalau delapan jam, ibu bakalan masaknya dengan dikukus menggunakan kayu bakar. Ibu ...

Just Babbling (3) : Mendengar dan Didengar

Habis baca berita Maudy Ayunda sama (yang diasumsikan) pacarnya berantem yang memenuhi twitter beberapa waktu lalu. Saya ga tertarik sih sama siapa pacar barunya ini, lebih tertarik sama topik yang dibahas. Mereka bertengkar karena masalah klasik sekali : komunikasi. Bahkan orang sepinter mereka berdua katakanlah, tetep punya masalah klise ini. Masalahnya sederhaan banget sih, salah satu pihak merasa topik a menarik, tapi yang lain engga. Ada yang kesal karena merasa tidak didengarkan, ada yang kesal karena lelah mendengarkan topik yang ga disuka. Satu pihak merasa sudah ngasih respon yang baik, tapi satu pihak masih merasa diabaikan. Satunya suka komedi, satunya suka bahas sejarah. Topik yang menarik bagi salah satu pihak, bisa jadi amat tidak menarik bagi yang lain. Karena kejadian yang keliatan kecil dan sepele begini akhirnya bertumpuk-tumpuk, maka meledaklah pertengkaran itu. Topik pertengkaran mereka ini menarik sih bagi saya pribadi. Mungkin karena saya pernah merasa diposisi it...

Just Babbling (2) : Tidak Produktif (?)

Sejak pertengahan maret gw udah dirumah. Udah meninggalkan hidup gw yang (keliatan) sibuk dan aktif banget. Udah meninggalkan kampus dan apa-apa didalamnya. Sometimes gw merasa mirip Harry Potter atau bahkan dalam level ekstrim Voldemort wkwk. Yang merasa bahwa Hogwarts adalah rumahnya. Justru mereka lebih sedih saat harus pulang ketimbang harus sekolah. Gw merasakan itu. Persis. Makanya mungkin tulisan gw ketika dirumah keliatan sangat tidak betah dan mungkin malah bikin orang rumah malah keliatan jelek. Padahal engga juga. Jadi begini, tiap kali pulang kerumah gw merasa capek aja sih. I do all this domestic stuff yang dimana ini rasanya sangat menghabiskan energi. Bangun pagi, beberes rumah, nyuci baju, nyuci piring, nyapu, ngepel bahkan kadang juga masak buat sarapan dan makan siang. Semua kerjaan itu selesai sekitar jam 10-11 siang. Biasanya gw langsung mandi dan habis itu rebahan. Capek euy. Ditengah rebahan itu biasanya gw juga akan ngurusin adek gw yang nanya pr, minta masakin s...